Image News Detail

Tips Membaca Label Nutrisi

15 Januari 2018

“You are what you eat”, kalimat ini tentunya sudah sering didengar ya, Bunda? Kalimat ini bukan sekedar istilah belaka loh, tapi memang apa yang kita makan akan memberikan dampak besar pada tubuh kita. Efek yang ditimbulkan mungkin tidak terlihat secara langsung, tapi akan dirasakan pada masa yang akan datang.

Namun, seringkali kita tidak memperhitungkan apa yang akan terjadi pada tubuh sesudah menyantap makanan itu semua. Terutama pada anak-anak, untuk menyenangkan mereka biasanya kita seringkali mengizinkan mereka untuk mengkonsumsi makanan kecil atau camilan dibandingkan dengan makanan sehat.

Nah, kali ini FiberKid ingin berbagi tips cara membaca nilai gizi pada kemasan agar Bunda semakin yakin bahwa makanan dan minuman tersebut aman dikonsumsi anak. Berikut ini beberapa tipsnya :

1. Memperhatikan Urutan Komposisi Produk
Bunda perlu mengetahui bahan-bahan apa saja yang digunakan produsen untuk membuat makanan tersebut. Biasanya, pada daftar komposisi, bahan makanan diurutkan dari kandungan yang paling banyak hingga yang paling sedikit. Mengetahui daftar komposisi juga bisa membantu bunda menghindari bahan makanan tertentu.

2.  Bahan/Komposisi Makanan
Selain urutan, Bunda juga harus teliti melihat kandungan nutrisi apa saja yang terdapat pada produk makanan tersebut, seperti lemak, karbohidrat, protein dan vitamin. Selain kandungan nutrisi, lihat kandungan apa saja yang tidak baik untuk kesehatan si kecil, seperti lemak jenuh, kolesterol, lemak trans serta natrium. Agar bunda dapat membatasi si kecil dalam mengonsumsi makanan yang banyak memiliki kandungan tak sehat tersebut.

3. Jumlah Sajian per Kemasan
Ukuran sajian akan menunjukkan ukuran porsi atau sajian yang direkomendasikan. Umumnya, satu bungkus makanan punya lebih dari satu sajian. Misalnya, kalau ada label nutrisi tertulis “8 sajian per kemasan,” tandanya setiap satu bungkus makanan itu dibagi ke dalam 8 sajian dalam porsi yang sama besar.  Perlu bunda ketahui, angka-angka pada label nutrisi makanan menunjukkan nilai kandungan nutrisi per sajian, bukan per kemasan, ya.

4. Angka Kecupan Gizi (AKG)
AKG menunjukkan sebanyak apa kebutuhan nutrisi harian yang dapat dipenuhi saat mengonsumsi makanan tersebut. Misalnya, si kecil membutuhkan kalsium 1100 mg sehari, namun di label kemasan tertulis mengandum kalsium 21 mg. Jadi, makanan tersebut hanya mampu memenuhi 2% kebutuhan kalsium si kecil. Nah, perlu di ketahui bahwa dengan memperhatikan AKG, maka bunda dapat mengontrol berapa banyak kalori & persentase gizi yang masuk ke dalam tubuh si kecil.

5. Jumlah Kandungan Nutrisi
Anak-anak dan orang dewasa memiliki batas konsumsi nutrisi (gula, lemak, protein, karbohidrat, dll) yang berbeda-beda. Perhatikan jumlah nutrisi yang ada di dalam makanan kemasan agar konsumsinya tidak berlebihan. Konsumsi zat tertentu seperti gula dan lemak, apabila terlalu berlebihan bisa menyebabkan diabetes atau juga obesitas.

Mengingat banyaknya cemilan & minuman yang tinggi gula atau mengandung bahan pewarna/pengawet yang disukai si Kecil, maka penting sekali kiranya untuk Bunda mengenal serta membaca mengenai informasi nilai gizi yang terkandung disetiap makanan kecil sebelum dikonsumsi si Kecil yah. Supaya si Kecil dapat tetap tumbuh sehat dan kuat.